Pulau Belitung Pulau Kenangan
| Pulau Lengkuas—Mercusuar |
Aku
tidak dapat memilih orangtua seperti apa yang kuinginkan. Orangtua adalah
anuegrah yang Tuhan berikan, seperti halnya aku untuk kedua orangtuaku. Tidak
ada kasih sayang yang lebih tulus dari kasih sayang orangtua. Mereka mengorbankan
apa saja yang mereka punya, apa yang mereka bisa hanya untuk melihat anak
mereka bahagia. Pemikiran itu terus berputar dalam benakku saat aku teringat kembali
akan salah satu liburan terindahku bersama mereka.
Awalnya
liburan ini hanya direncakanan untuk mereka berdua, tanpa anak-anaknya. Namun,
karena saat itu musim liburan dan aku tidak ingin hanya berdiam diri di rumah
aku merengek untuk ikut mereka. Setelah pemikiran panjang akhirnya mereka
memperbolehkanku untuk ikut. Tak ku sangka, liburan kali ini terasa berbeda
karena kami hanya bertiga. Aku, Papa, dan Mama.
Pagi
itu aku bangun dengan penuh semangat sekaligus dengan perasaan tidak sabar. Aku
bergegas beranjak dari tempat tidurku lalu segera menghampiri handuk yang biasa
ku gunakan. Secepat mungkin aku mempersiapkan diri untuk segera berangkat ke
bandara bersama mama dan papa. Hari itu aku dan kedua orangtuaku akan pergi
berlibur bersama ke Pulau Bangka Belitung. Berbeda dengan liburan sebelumnya
kali ini tidak dengan ketiga kakakku yang lain. Setiba di bandara, kami
menunggu beberapa jam sampai pada akhirnya kami masuk ke dalam pesawat.
Perjalanan ini hanya menempuh waktu yang singkat.
Setibanya
kami di Bandar Udara H.A.S.
Hanandjoeddin, kami langsung menuju ke tempat bus yang akan kami gunakan selama
berlibur dan langsung bergegas menuju ke hotel yang akan kami tempati selama 3
hari 2 malam. Setelah tiba di hotel kami menurunkan semua barang bawaan kami
dan menaruhnya di kamar. Tidak membuang-buang waktu, setelah kami berganti
pakaian, aku dan orangtuaku bergegas menuju bus untuk pergi ke tempat wisata.
Karena Pulau belitung terkenal dengan keindahan pantainya, selama berlibur di
sini hampir semua tempat wisata yang kami kunjungi bersentuhan dengan pantai.
Pantai Tanjung Tinggi adalah salah satu
destinasi wisata kami saat itu. Saat itu panas terik di siang hari namun hamparan
pasir putih dan batu-batu besar menghiasi pemandanganku. Untuk mengabadikan
semua moment yang indah ini, aku lekas mengajak orangtuaku untuk berfoto
bersama dengan pertolongan orang lain. Aku dapat melihat goresan senyum yang
indah dalam raut wajah mereka. Sungguh indah pemandangan siang itu, pasir putih, lautan yang jernih, kebahagiaan
orangtuaku dilatarkan dengan alam ciptaan Tuhan.
Aku mulai berjalan ke atas menelusuri batu-batu
tersebut satu persatu supaya dapat mencapai puncaknya, hingga aku mendapat
pemandangan yang luar biasa indahnya. Birunya langit dan lautan yang terhampar
luas, putihnya awan yang menghiasi serta banyaknya batu besar yang tersebar
membuat pemandangan yang tidak bisa kulupakan. Setelah puas menikmati
pemandangan yang ada, kami bergegas menuju hotel untuk membersihkan diri dan
bersiap makan malam.
Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan
untuk mengelilingi beberapa pulau. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk
mendatangi Pantai Laskar Pelangi, di mana pantai ini menjadi salah satu latar
tempat bermainnya film Laskar Pelangi. Salah satu destinasi pulau yang kami
kunjungi adalah Pulau Lengkuas. Di pulau ini terdapat mercusuar tua yang
menjulang tinggi. Dari atas mercusuar ini kami bisa melihat pemandangan laut
beserta pulau-pulau kecil yang indah. Setelah puas mengelilingi pulau kecil di
sekitar Pulau Bangka Belitung, kami kembali ke hotel dengan menggunakan spead
boat dan kami lanjutkan lagi dengan bus. Terlihat raut wajah lelah saat aku
menatap kedua orangtuaku. Namun, aku tahu mereka bahagia dengan liburan kali
ini. Setidaknya selama seharian kita menelurusi tempat wisata, mereka terlihat
bersemangat. Seperti sepasang kekasih yang baru menjalin hubungan. Itu yang membuatku
tidak ingin jauh dari mereka.
Tidak terasa hari itu adalah hari terakhir kami
berada di pulau yang indah ini. Besok pagi kami harus sudah berkemas dan pergi
menuju bandara untuk kembali lagi ke Jakarta. Liburan yang sebentar namun
menyenangkan itu tidak akan aku lupakan, karena itu menjadi liburan pertama
yang kulakukan hanya dengan kedua orangtuaku tanpa didampingi oleh
kakak-kakakku. Sebentar namun berkesan, adalah kalimat yang pas untuk
mendeskripsikan liburanku saat itu.
Aku menyadari, kedua orangtuaku akan terus
bertambah usia. Aku hanya memanfaatkan liburanku saat itu untuk membahagiakan
mereka, membuat mereka tertawa dan senang. Aku hanya ingin menyangi mereka
dengan segenap hatiku dan berbakti padanya. Itulah kewajiban seorang anak. Kita
harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk membahagiakan dan
membanggakan kedua orangtua kita. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
kutunggu post selanjutnya thor! gasabar >.<
ReplyDelete